Alur Cerita Drakor Idol I

Alur Cerita Drakor Idol I: Sisi Gelap Kehidupan Seorang Idol

Lyfe

nouranoor.com – Drama Korea (Drakor) terbaru Idol I bergenre romance comedy kembali hadir mengisi daftar tonton para pencinta drakor. Drakor Idol I mengisahkan tentang kehidupan seorang Idol dan Fangirl.

Choi Soo-young dan Kim Jae-Young didapuk sebagai pemeran utama drakor Idol I dengan jumlah 12 episode. Tidak hanya keduanya, aktor Korea papan atas lainnya pun turut serta sebut saja Jeong Jae-Kwang, Choi Hee-Jin, Kim Hyun-Jin, dan Kim Won-Hae.

Drakor ini karya sutradara terkenal Lee Gwang-Young dan penulis Kim Da-Rin yang terisnpirasi dari realita industri idol yang sangat berkembang di Korea Selatan. Idol tergambarkan dengan kehidupan yang glamor dan penuh popularitas, namun di balik itu semua ada sisi gelap yang membuat sang idol tertekan.

Pada drakor Idol I mengisahkan Do Ra-Ik (Kim Jae-Young) anggota paling populer dari grup idola Gold Boys. Di sisi lain ada Maeng Se-Na (Choi Soo-Young) seorang pengacara kriminal terkenal dengan tingkat keberhasilan 100%. Dia terkenal sebagai “pengacara untuk penjahat,” karena sering menangani kasus kriminal yang dihindari oleh pengacara lain.

Selain itu Maeng Se-Na merupakan fangirl dari Do Ra-Ik, namun tak ada satu pun rekan kerjanya yang mengetahui hal itu.

Idol I dikemas dengan cerita yang menghibur dan sederhana namun memberi makna cukup mendalam “idol juga manusia”. Bagaimana sosok idol yang butuh privasi dan dukungan moril atas beban popularitasnya. Sering kali fans menuntut hal-hal hingga di luar batas pada sang idol, yang membuatnya semakin tertekan.

Idol I resmi rilis pada 22 Desember 2025 dan tayang seminggu dua kali (Senin dan Selasa) di layanan streaming VIU. Berikut alur cerita selengkapnya dari drakor Idol I.

Fangirl dan Idol

drakor idol i
(foto: IMDb/Idol I)

Kisah berawal dari sosok Maeng Se-Na, seorang pengacara kasus kriminal yang memiliki nama besar. Setiap kasus yang ia tangani selalu membuat jaksa tertekan dan kasus berakhir dengan kemenangan.

Sampai suatu hari ia memenangkan sebuah kasus besar dan ada perayaan khusus dari firmanya bekerja. Cheon Gwang-Soo (Kim Won-Hae) pimpinan Cheon Un Law Firm yang menginisiasi perayaan tersebut sebagai bentuk apresiasinya.

Saat tiba di kantor, Se-Na hanya menanyakan pekerjaan serta memilih pulang cepat, hal itu memancing emosi salah satu rekannya. Se-Na terkesan tidak menghormati Gwang-Soo, namun Gwang-Soo sendiri tak marah dan sangat memaklumi sikap Se-Na. Gwang-Soo sudah cukup lama mengenal Se-Na, sejak ia duduk di bangku SMA.

Se-Na memang terkenal sosok yang dingin, jarang bersosialisasi dan hanya fokus pada pekerjaannya. Namun ada satu sisi dari Se-Na yang tidak diketahui siapa pun kecuali sahabatnya Park Chung-Jae (Kim Hyun-Jin). Se-Na merupakan seorang fangirl Ra-Ik dari grup idola Gold Boys selama lebih dari 11 tahun.

Ia mengoleksi semua yang berhubungan dengan Ra-Ik, mulai dari merchandise hingga album. Sampai ia memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dan mendapat tanda tangan Ra-Ik. Sayangnya, ia terlambat datang ke acara tersebut dan gagal bertemu Ra-Ik.

Tak putus harapan, Se-Na war tiket untuk menonton konser solo Ra-Ik. Lagi-lagi, tidak semudah itu mendapatkannya, hingga ia frustasi dan mempertimbangkan untuk membeli dari seorang calo tiket.

Di sisi lain, Ra-Ik terlihat semakin sukses dan populer dengan meluncurkan album solonya. Jadwalnya semakin padat, mulai dari promo hingga fanmeeting. Tuntutan semakin tinggi pada Do Ra-Ik, sekalipun ia lelah tetap harus profesional saat tampil.

Hingga ada satu insiden saat acara fanmeeting, ada seorang sasaeng (penggemar obsesif) yang bersikap berlebihan dan melukai Ra-Ik. Tidak hanya itu, gangguan sasaeng tersebut hingga menelponnya bahkan masuk ke apartemennya.

Hal itu membuat Ra-Ik tak mampu lagi menahan emosinya dan langsung meluapkan kemarahannya. Tanpa ia sadari, kejadian itu direkam dan tersebar luas. Pagi harinya, ia dimarahi habis-habisan oleh CEO Gold Entertaiment, label yang menaunginya.

Ra-Ik merespon dengan cukup emosional dengan meluapkan semua perasaanya. Ia merasa sudah tidak tahan dengan tekanan yang ada dan ingin memiliki kehidupan pribadi yang normal.

Kejatuhan Sang Idol

Drakor Idol I
(foto: IMDb/Idol I)

Di tengah tekanan yang bertubi-tubi, Ra-Ik memutuskan untuk menemui seorang psikiater. Ia benar-benar merasa sudah sangat terganggu kesehatan mentalnya. Ia pergi ke psikiater di hari persiapan untuk konser solonya, terang saja hal itu membuat cemas para kru.

Manajer menelpon Ra-Ik menanyakan keberadaannya, dan tentu saja ia berbohong. Ia pun mengatakan akan segera datang ke venue acara. Akhirnya Ra-Ik sampai, namun ia harus memutar karena di pintu utama sudah banyak penggemar yang datang.

Di sisi lain, ada Se-Na dan Chung-Jae yang sedang menemui seorang calo tiket. Mereka ingin menjebak calo tersebut, sadar akan hal itu sang calo berlari menghindari mereka. Se-Na dan Chung-Jae pun mengejar ke arah berbeda. Se-Na melihat siluet pria tersebut, dan terus mengejarnya saat sudah dekat ia pun menarik pria tersebut.

Baca Juga:  Negara Maju Karena SDA? Wajib Tonton 5 Dokumenter Ini Dulu!

Saat pria itu berbalik, Se-Na sangat terkejut karena ia adalah Ra-Ik. Tak ada satu patah kata pun keluar dari mulut Se-Na, ia hanya diam mematung. Ra-Ik menarik tangan Se-Na dan mengajaknya lari karena ia sadar sudah banyak penggemar yang melihat keberadaannya.

Setelah sampai di ruangan staff, Ra-Ik bergegas masuk dan meninggalkan Se-Na. Sesampainya di depan ruang tunggu, ia mendengar anggota Gold Boys menggunjing dirinya. Ra-Ik pun masuk langsung meluapkan emosinya, dan menyebabkan pertengkaran hingga salah satunya terluka.

Se-Na pun pulang dengan perasaan bahagia, ia terus terbayang dengan kejadian tadi. Saat membuka forum percakapan penggemar, ia terkejut ada rumor tentang perkelahian Ra-Ik dan anggota Gold Boys lainnya. Tentu saja ia tak mempercayai rumor tersebut.

Keesokan paginya, pemberitaan menjadi lebih liar dan kali ini terkesan bukan sekadar rumor. Kang Woo-Seong (An Woo-Yeon) ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di apartemen Ra-Ik. Berita ini dengan cepat tersebar luas, dengan headline “Do Ra-Ik sebagai tersangka utama pembunuhan Kang Woo-Seong”.

Bukti-bukti awal sangat kuat mengarah ke Ra-Ik, sehingga pihak kepolisian langsung menahannya. Pihak agensi pun langsung mengambil tindakan dengan menyatakan Ra-Ik bukan lagi bagian dari mereka.

Mencari Kebenaran

Se-Na yang mendengar hal tersebut, langsung bergegas menuju kantor polisi untuk menemui Ra-Ik. Kebetulan firma tempat ia bekerja juga menaungi agensi Ra-Ik, sehingga ia punya cukup alasan untuk menemuinya.

Kondisi Ra-Ik benar-benar hancur, ia terlihat ketakutan, cemas, dan sedih di saat bersamaan. Se-Na melihat hal itu ikut merasa sedih, namun ia berusaha profesional dan menahan emosinya. Se-Na menanyai beberapa hal, dan Ra-Ik menjawab berulang kali bahwa ia tak melakukan hal tersebut dengan nada frustasi.

Saat itu Se-Na yakin Ra-Ik tak bersalah, sayangnya saat itu belum ada bukti yang menguatkan pernyataan Ra-Ik. Beban semakin berat saat mengetahui Jaksa yang menangani kasus ini adalah Kwak Byung-Gyun (Jeong Jae-Kwang) yang terkenal tegas dan selalu berhasil menyatakan tersangka bersalah.

Rekan Se-Na memutuskan mundur sebagai pengacara utama, dan ini menjadi kesempatan Se-Na untuk mengambil alih kasusnya. Pada sidang awal, Se-Na membawa bukti yang berhasil meringankan Ra-Ik. Hasilnya sangat positif, Ra-Ik tidak perlu ditahan lagi selama masa pemeriksaan.

Walaupun begitu Ra-Ik tak sepenuhnya senang, ia merasa tak punya tempat tujuan lagi dan tak sanggup untuk kembali tinggal di apartemennya. Hingga ia pingsan dan diamankan pihak kepolisian, dan akhirnya Se-Na bersama Chung-Jae membawa Ra-Ik agar tinggal sementara di rumah Se-Na.

Awalnya Chung-Jae tidak setuju, Se-Na pun meyakinnya ia akan profesional sebagai pengacara bukan fangirl. Se-Na benar-benar serius dengan ucapannya, ia sudah menyingkirkan semua pernak-pernik Ra-Ik.

Bukan tanpa sebab, Ra-Ik saat ini memandang penggemar sebagai sosok yang hanya memuja dan menuntut tanpa peduli keadaannya. Inilah yang coba Se-Na hindari, agar Ra-Ik tak tahu ia salah satu penggermarnya.

Usaha Se-Na pun berhasil, pelan tapi pasti Ra-Ik mulai menaruh kepercayaan penuh padanya. Ra-Ik senang karena pada akhirnya ada satu orang yang mempercayainya secara utuh sebagai Ra-Ik, bukan sekadar sosok Idol.

Ra-Ik pun mulai terbuka menceritakan setiap kronologi yang ia ingat, dan bersamaan dengan itu Se-Na semakin banyak tahu sisi lain Ra-Ik. Mulai dari ibunya yang memanfaatkan Ra-Ik sejak kecil, konfliknya dengan anggota Gold Boys dan juga agensinya.

Kepingan Puzzle

Satu persatu bukti mulai terkumpul, hal ini semakin menguatkan bahwa Ra-Ik bukanlah pembunuh Woo-Seong. Di malam kejadian, Jae-Hee awalnya tak mengakui pergi ke apartemen Ra-Ik dan setelah pemeriksaan lanjut ia pun mengakuinya. Namun ia bersaksi, bahwa ia tak bertemu Ra-Ik maupun Woo-Seong. Saat di basement apartemen, ia menelpon Woo-Seong dan terdengar nada deringnya dari arah belakang apartemen namun setelahnya telepon tidak aktif.

Selain itu, Jae-Hee mengungkapkan kekecewaannya karena ia mengetahui Ra-Ik sudah mempersiapkan diri untuk pindah agensi sendirian. Ra-Ik pun bingung, ia sendiri tak mengetahui fakta tersebut.

Kesaksian Jae-Hee yang tidak konsisten pun membuatnya masuk dalam radar tersangka. Tapi bagi Jaksa Byung-Gyun, saat ia sudah membidik satu tersangka ia kan mendakwanya hingga akhir.

Di sisi lain, Se-Na kemudian mencari kebenaran dari kesaksian Jae-Hee. Terungkap fakta bahwa ibu Ra-Ik yang sudah membuat kesepakatan awal dengan agensi lain dan menerima uang muka. Se-Na langsung mengambil tindakan tegas, dan menyatakan kesepakatan tersebut tidak sah secara hukum. Agensi tersebut akhirnya menyerah, dan mengeluarkan pernyataan pembatalan kesepakatan itu.

Kegigihan Se-Na membuat Ra-Ik mulai jatuh hati padanya, namun tak lama ia mengetahui bahwa Se-Na merupakan salah satu penggemarnya. Ra-Ik sangat kecewa dan marah, hingga akhirnya memberhentikan Se-Na sebagai pengacara. Se-Na sangat sedih, hingga tak ada semangat untuk melakukan apapun.

Baca Juga:  Sinopsis Wolf Man, Ketika Manusia Terjangkit Virus Misterius

Melihat hal itu Chung-Jae tak tinggal diam, dan menghibur Se-Na bahkan ia mengungkapkan perasaannya. Se-Na pun mengatakan hubungan mereka tidak akan berubah, hanya sebatas teman. Chun-Jae yang sudah menaruh perasaan sejak lama agak kecewa namun tetap bertekad berada di sisi Se-Na.

Beberapa hari setelahnya, Se-Na mendapat kabar bahwa Jae-Hee mengalami kecelakaan dan dalam kondisi kritis. Di rumah sakit, Ra-Ik terlihat lemas melihat kondisi Jae-Hee. Dari pemeriksaan awal diduga Jae-Hee melakukan percobaan bunuh diri.

Di dalam mobilnya terdapat surat bunuh diri dan mengakui ia sebagai pelaku pembunuhan Woo-Seong. Mengetahui hal itu, Se-Na tak langsung mempercayainya karena Jae-Hee sempat mengiriminya pesan dan meminta tolong.

Ra-Ik merasa sangat terpukul dan kembali mendatangi Se-Na, karena tak tahu harus melakukan apa.

Fakta yang Terungkap

(foto: IMDb/Idol I)

Setelah Ra-Ik merasa lebih baik Se-Na meyakinkannya bahwa Jae-Hee tidak mungkin melakukan hal itu. Mereka pun sepakat untuk mencari fakta di balik kecelakaan tersebut. Chung-Jae turut membantu mereka, dan ia mencari bukti mengenai kesaksian Jae-Hee.

Se-Na dan Ra-Ik menelusuri tempat menginap Jae-Hee sebelum kecelakaan. Mereka mendapat kesaksian bahwa mendengar Jae-Hee menerima telepon dari seseorang yang terkesan mengancamnya. Kemudian Ra-Ik mengetahui yang menelpon Jae-Hee malam itu adalah Geum Bo-Sang CEO agensi mereka.

Mereka pun bergegas menemuinya, Bo-Sang pun menceritakan semuanya. Kesepakatan Ra-Ik dengan agensi baru yang membuat adalah Woo-Seong, dan agensi tersebut memanfaatkan ibu Ra-Ik untuk menerima uang muka sebagai wali Ra-Ik. Bo-Sang tak pernah mengungkapkan ini karena hal ini akan memberatkan Ra-Ik dalam pemeriksaan.

Ra-Ik awalnya tak percaya, Woo-Seong sangat ia percayai dan sudah seperti kakaknya melakukan hal tersebut. Bo-Sang secara tak langsung mengakui tindakannya yang terlalu menekan Ra-Ik dan mengabaikan anggota Gold Boys lain yang membuat Woo-Soeng mengambil keputusan tersebut.

Ra-Ik teringat betapa khawatirnya Woo-Seong saat ia jatuh sakit akibat jadwal yang begitu padat. Hal itu pun jadi terdengar masuk akal jika Woo-Seong mengambil tindakan sepihak untuk menyelamatkan mereka.

Di sisi lain Chung-Jae menemukan ada CCTV di belakang apartement yang terlewat dari pemerikasaan kepolisian. Ia pun mengambilnya dan mungkin bisa menemukan tersangkanya. Dan benar saja, tertangkap kamera seseorang dengan jaket hitam bolak-balik di belakang apartement Ra-Ik. Hal ini sesuai dengan kesaksin Jae-Hee, namun tak terlihat jelas siapa sosok tersebut.

Se-Na lalu mendapatkan pentunjuk lain dari fandom mereka, bahwa ada kode rahasia di lagu yang Woo-Seong ciptakan di setiap albumnya. Se-Na dan Ra-Ik pun mencoba memecahkan kode tersebut dan mendapatkan satu rangkaian yang mungkin merupakan password untuk membuka cloud Woo-Seong.

Mereka pun berhasil membuka cloud Woo-Seong, dan terdapat rekaman terakhir di malam kejadian. Dari sini terungkap dengan jelas kejadian di malam itu.

Jaksa Byung-Gyun juga sudah menemukan bukti kuat siapa tersangka sebenarnya. Byung-Gyun juga yang sebelumnya bertemu Se-Na, di saat itu Se-Na mengatakan bahwa ia yakin Byung-Gyun adalah jaksa yang kompeten berbeda dari ayahnya. Hal itu semakin menguatkan Byung-Gyun untuk mengambil keputusan besar.

Kembali ke Awal

Di malam kejadian, Ra-Ik menemui mantan pacarnya Hong Hye-Joo. Ra-Ik memintanya untuk tidak menemuinya lagi, namun Hye-Joo tak terima dan kembali ke apartement Ra-Ik. Di saat itu, Ra-Ik sudah tidur karena mabuk dan di bawah pengaruh obat dari dokter. Jadi Hye-Joo bertengkar dengan Woo-Seong, dan berniat untuk bunuh diri. Woo-Seong berusaha menghalangi hal tersebut, dan berakhir ia yang tertusuk. Di tengah kekalutannya, ia berusaha menghapuskan bukti-bukti, kemudian membawa pisau dan handphone Woo-Seong.

Dengan pengaruh orang tuanya, ia mendekati Jaksa dan mencari tahu perkembangan kasus tersebut. Hye-Joo pun mengetahui Jae-Hee juga masuk dalam radar tersangka. Ia pun menyusun rencana untuk menjadikan Jae-Hee tersangka.

Namun sayang rencana tersebut tak berjalan sesuai keinginan Hye-Joo. Jae-Hee berhasil pulih dan memberikan kesaksian yang memberatkannya. Hye-Joo pun langsung ditangkap dan menjadi tersangka utama kasus ini.

Ra-Ik menemui Hye-Joo di penjara, ia ingin mengetahui alasannya melakukan hal tersebut. Hye-Joo menceritakan setelah mereka putus dua tahun lalu, ia tak ke luar negeri tapi berada di rumah sakit jiwa untuk perawatan. Di saat itu ia marah, karena melihat Ra-Ik yang semakin terkenal tapi ia terpuruk.

Di akhir Hye-Joo mengatakan kematian Woo-Seong karena Ra-Ik. Hye-Joo berharap Ra-Ik hidup penuh dengan kebencian terhadapnya dan itu adalah bentuk cintanya.

Ra-Ik pun mengatakan itu bukanlah bentuk cinta, cinta adalah saat ia mendukung orang yang ia cintai di saat apapun dan bahagia melihatnya bahagia di mana pun.

Satu tahun berlalu, Ra-Ik dan Se-Na menjadi kekasih namun harus menjalani hubungan jarak jauh. Ra-Ik dan kedua rekannya sudah aktif kembali dengan Gold Boys dan menjalankan tour dunia. Se-Na pun kembali ke aktivitas lamanya sebagai pengacara dan fangirl yang mengikuti setiap aktivitas Ra-Ik di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *